Friday, 28 August 2026

Dandim Tabanan Hadiri Festival Tanah Lot, Seni Budaya dan Pelestarian Alam Jadi Pesan Utama

 


TABANAN — Komandan Kodim 1619/Tabanan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P., menghadiri pembukaan Tanah Lot Art and Food Festival VII yang berlangsung di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kec. Kediri. Mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, kegiatan tersebut mengangkat makna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta, Jumat (28/8/2026). 


Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., dan dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan, unsur TNI-Polri, pimpinan perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Tabanan, tokoh adat dan masyarakat, pengelola sejumlah daya tarik wisata, serta undangan lainnya. 


Kehadiran Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P.,  bersama unsur pimpinan dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan festival yang memadukan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budaya Bali. 


Usai kegiatan, Dandim 1619/Tababan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P. mengatakan pihaknya mendukung kegiatan yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga lingkungan. 


“Festival ini bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni dan kuliner, tetapi juga mengingatkan kita bahwa alam, budaya, dan kehidupan masyarakat harus dijaga secara bersama-sama agar tetap harmonis dan berkelanjutan,” tegasnya. 


Dandim juga berharap Tanah Lot Art and Food Festival VII dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Tabanan. Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar pengembangan pariwisata tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Dandim Tabanan Hadiri Tanah Lot Art and Food Festival VII, Sinergi Budaya dan Lingkungan

 


TABANAN — Komandan Kodim 1619/Tabanan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P., menghadiri pembukaan Tanah Lot Art and Food Festival VII yang berlangsung di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kec. Kediri. Mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, kegiatan tersebut mengangkat makna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta, Jumat (28/8/2026). 


Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., dan dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan, unsur TNI-Polri, pimpinan perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Tabanan, tokoh adat dan masyarakat, pengelola sejumlah daya tarik wisata, serta undangan lainnya. 


Kehadiran Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P.,  bersama unsur pimpinan dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan festival yang memadukan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budaya Bali. 


Usai kegiatan, Dandim 1619/Tababan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P. mengatakan pihaknya mendukung kegiatan yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga lingkungan. 


“Festival ini bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni dan kuliner, tetapi juga mengingatkan kita bahwa alam, budaya, dan kehidupan masyarakat harus dijaga secara bersama-sama agar tetap harmonis dan berkelanjutan,” tegasnya. 


Dandim juga berharap Tanah Lot Art and Food Festival VII dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Tabanan. Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar pengembangan pariwisata tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Tanah Lot Art and Food Festival VII Resmi Dibuka, Dandim Tabanan Dorong Harmoni Alam


 TABANAN — Komandan Kodim 1619/Tabanan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P., menghadiri pembukaan Tanah Lot Art and Food Festival VII yang berlangsung di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kec. Kediri. Mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, kegiatan tersebut mengangkat makna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta, Jumat (28/8/2026). 


Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., dan dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan, unsur TNI-Polri, pimpinan perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Tabanan, tokoh adat dan masyarakat, pengelola sejumlah daya tarik wisata, serta undangan lainnya. 


Kehadiran Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P.,  bersama unsur pimpinan dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan festival yang memadukan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budaya Bali. 


Usai kegiatan, Dandim 1619/Tababan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P. mengatakan pihaknya mendukung kegiatan yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga lingkungan. 


“Festival ini bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni dan kuliner, tetapi juga mengingatkan kita bahwa alam, budaya, dan kehidupan masyarakat harus dijaga secara bersama-sama agar tetap harmonis dan berkelanjutan,” tegasnya. 


Dandim juga berharap Tanah Lot Art and Food Festival VII dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Tabanan. Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar pengembangan pariwisata tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Dandim Tabanan Dukung Tanah Lot Art and Food Festival VII, Perkuat Pesan Pelestarian Alam

 


TABANAN — Komandan Kodim 1619/Tabanan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P., menghadiri pembukaan Tanah Lot Art and Food Festival VII yang berlangsung di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kec. Kediri. Mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, kegiatan tersebut mengangkat makna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta, Jumat (28/8/2026). 


Festival dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., dan dihadiri jajaran Forkopimda Tabanan, unsur TNI-Polri, pimpinan perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Tabanan, tokoh adat dan masyarakat, pengelola sejumlah daya tarik wisata, serta undangan lainnya. 


Kehadiran Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P.,  bersama unsur pimpinan dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan festival yang memadukan seni, budaya, kuliner, dan potensi pariwisata Tabanan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budaya Bali. 


Usai kegiatan, Dandim 1619/Tababan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P. mengatakan pihaknya mendukung kegiatan yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga lingkungan. 


“Festival ini bukan hanya menjadi ruang untuk menampilkan seni dan kuliner, tetapi juga mengingatkan kita bahwa alam, budaya, dan kehidupan masyarakat harus dijaga secara bersama-sama agar tetap harmonis dan berkelanjutan,” tegasnya. 


Dandim juga berharap Tanah Lot Art and Food Festival VII dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Tabanan. Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar pengembangan pariwisata tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Wednesday, 26 August 2026

Sinergi Babinsa dan Unsur Desa, Persoalan Keluarga di Penarukan Diselesaikan Lewat Musyawarah

 


Tabanan — Babinsa Desa Penarukan, Koramil 1619-05/Kerambitan, Kopda I Komang Wirayuda bersama pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan perangkat adat turut hadir dalam mediasi atau musyawarah keluarga antara kedua belah pihak yang tengah menyelesaikan persoalan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Penarukan Tengah Kelod, Desa Penarukan, Kec. Kerambitan, Rabu (26/8/2026) 


Dalam suasana musyawarah, kedua belah pihak diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan masing-masing. Proses tersebut difasilitasi melalui pendekatan kekeluargaan dengan melibatkan unsur desa, adat, serta aparat kewilayahan guna mendorong penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan. 


Dalam kesempatan tersebut, Kopda I Komang Wirayuda mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk berada di tengah masyarakat, termasuk saat warga membutuhkan pendampingan dalam menyelesaikan persoalan melalui jalan musyawarah. 


“Setiap persoalan pada dasarnya dapat dicarikan jalan keluar melalui komunikasi yang baik dan semangat kekeluargaan. Kami hadir bersama unsur desa, Bhabinkamtibmas dan tokoh setempat untuk mendukung agar proses musyawarah dapat berlangsung dengan kondusif serta menghasilkan penyelesaian yang baik bagi kedua belah pihak,” ucapnya. 


Musyawarah tersebut akhirnya menghasilkan penyelesaian secara kekeluargaan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif, aman dan lancar, sekaligus menjadi wujud sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa dan unsur adat dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.

Babinsa Penarukan Hadir dalam Mediasi Keluarga, Dorong Penyelesaian Melalui Musyawarah

 


Tabanan — Babinsa Desa Penarukan, Koramil 1619-05/Kerambitan, Kopda I Komang Wirayuda bersama pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan perangkat adat turut hadir dalam mediasi atau musyawarah keluarga antara kedua belah pihak yang tengah menyelesaikan persoalan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Penarukan Tengah Kelod, Desa Penarukan, Kec. Kerambitan, Rabu (26/8/2026) 


Dalam suasana musyawarah, kedua belah pihak diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan masing-masing. Proses tersebut difasilitasi melalui pendekatan kekeluargaan dengan melibatkan unsur desa, adat, serta aparat kewilayahan guna mendorong penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan. 


Dalam kesempatan tersebut, Kopda I Komang Wirayuda mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk berada di tengah masyarakat, termasuk saat warga membutuhkan pendampingan dalam menyelesaikan persoalan melalui jalan musyawarah. 


“Setiap persoalan pada dasarnya dapat dicarikan jalan keluar melalui komunikasi yang baik dan semangat kekeluargaan. Kami hadir bersama unsur desa, Bhabinkamtibmas dan tokoh setempat untuk mendukung agar proses musyawarah dapat berlangsung dengan kondusif serta menghasilkan penyelesaian yang baik bagi kedua belah pihak,” ucapnya. 


Musyawarah tersebut akhirnya menghasilkan penyelesaian secara kekeluargaan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif, aman dan lancar, sekaligus menjadi wujud sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa dan unsur adat dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.

Babinsa Penarukan Hadir dalam Mediasi Keluarga, Dorong Penyelesaian Melalui Musyawarah

 


Tabanan — Babinsa Desa Penarukan, Koramil 1619-05/Kerambitan, Kopda I Komang Wirayuda bersama pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan perangkat adat turut hadir dalam mediasi atau musyawarah keluarga antara kedua belah pihak yang tengah menyelesaikan persoalan. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Penarukan Tengah Kelod, Desa Penarukan, Kec. Kerambitan, Rabu (26/8/2026) 


Dalam suasana musyawarah, kedua belah pihak diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan masing-masing. Proses tersebut difasilitasi melalui pendekatan kekeluargaan dengan melibatkan unsur desa, adat, serta aparat kewilayahan guna mendorong penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan. 


Dalam kesempatan tersebut, Kopda I Komang Wirayuda mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk berada di tengah masyarakat, termasuk saat warga membutuhkan pendampingan dalam menyelesaikan persoalan melalui jalan musyawarah. 


“Setiap persoalan pada dasarnya dapat dicarikan jalan keluar melalui komunikasi yang baik dan semangat kekeluargaan. Kami hadir bersama unsur desa, Bhabinkamtibmas dan tokoh setempat untuk mendukung agar proses musyawarah dapat berlangsung dengan kondusif serta menghasilkan penyelesaian yang baik bagi kedua belah pihak,” ucapnya. 


Musyawarah tersebut akhirnya menghasilkan penyelesaian secara kekeluargaan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif, aman dan lancar, sekaligus menjadi wujud sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa dan unsur adat dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.